Category Archives: Solusi247

Labs247 : Mengenal HGrid, YAVA dan Chanthel di Workshop Big Data

Labs247 bekerja sama dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan IDBigData baru saja menyelenggarakan Workshop Big Data. Kegiatan workshop tersebut diselenggarakan selama 2 hari yaitu hari Selasa-Rabu, 12-13 Desember 2017 dengan jumlah peserta sebanyak kurang lebih 45 orang. Penyelenggaraan Workshop Big Data dilaksanakan di Sala View Hotel, Solo. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Labs247 dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan IDBigData. Workshop Big Data yang telah dilaksanakan dengan sukses ini berisi materi Chanthel, YAVA, dan HGrid.

Chanthel, YAVA dan HGrid merupakan produk lokal yang tidak kalah hebat dengan produk-produk dari luar. Apa itu Chanthel, YAVA dan HGrid?

  1. CHANTHEL
    Apa itu CHANTHEL? Chanthel adalah Document Management System. Chanthel menjalankan kemampuan Searching with Apache Solr. Dilengkapi dengan teknologi Optical Character Recognition (OCR), Chanthel mengenali teks dari gambar atau dokumen yang dipindai dan secara otomatis mengubahnya menjadi file format teks yang dapat diedit.
  2. YAVA Hadoop
    YAVA Hadoop merupakan kompilasi dari platform Big Data dimana platform-platform tersebut 100% open source. YAVA Hadoop menggunakan kekuatan ekosistem Apache Hadoop dan dirancang untuk membantu mempercepat penerapan-penerapan Hadoop beserta ekosistemnya di Indonesia.
  3. HGRID
    Hadoop Grid atau HGrid adalah kerangka perangkat lunak sumber terbuka untuk menyimpan data dan menjalankan aplikasi pada kelompok perangkat keras komoditas buatan lokal, produk ini sendiri digarap oleh Bpk. Solechoel Arifin dari PT. Dua Empat Tujuh. Ini menyediakan penyimpanan besar-besaran untuk semua jenis data, kekuatan pemrosesan yang besar dan kemampuan untuk menangani tugas atau pekerjaan tanpa batas secara tak terbatas.

Dalam kegiatan workshop big data tersebut, Labs247 mengirim mengirim beberapa trainer diantaranya Bpk. Sigit Prasetyo (Head of Knowledge LABS247) serta team Labs247 yang berlokasi di Yogyakarta diantaranya adalah Arief dolants, M. Ibnu Abdissalam, Fitroh Hidayatullah, Saryoto, dan Septian Galih Priyatna.

Labs247 Bersama Dengan BMKG Mengembangkan Radar Cuaca WX-1

Labs247 dan BMKG bekerjasama mengembangkan teknologi Hi-tech: Weather Radar WX-1. Proses pengukuran Radar Cuaca WX-1 yang dikembangkan oleh Labs247 ini dilakukan di Geostech, Puspitek Serpong. Agenda yang dilaksanakan saat pengukuran radar adalah melakukan komparasi dan kemudian radar tersebut di evaluasi. Proses pembuatan radar ini pun dilakukan melalui 2 fase, yaitu fase horizontal scanning dan fase vertical scanning ditambah fitur-fitur yang diminta oleh BMKG, dimana BMKG sendiri disini yang nantinya akan menjadi usernya.

Panjang gelombang yang dipancarkan radar tersebut adalah sejauh 60 km secara horizontal dan vertikal dengan hasil yang lebih detail.

Radar Cuaca WX-1 ini dibuat khusus untuk situasi cuaca di Indonesia. Apa kelebihannya? Berbicara mengenai kelebihan, radar ini berpontensi akan sangat menguntungkan karena selain radar WX-1 ini sangat canggih, power transmit weather radar WX-1 ini juga hanya 30 watt dan untuk konsumsi keseluruhan tenaganya tidak sampai 500 watt karena radar ini sudah memakai teknologi Frequency Moculated Continuous Wave (FMCW).

Direncanakan nantinya radar tersebut akan diimplementasikan di bandara-bandara perintis di Indonesia.

Data Mining Solutions by SOLUSI247

Solusi247 menawarkan solusi Data Mining. Data mining? Ya. Data mining adalah aplikasi kami yang memungkinkan Anda untuk menganalisis database secara besar-besaran secara statistik agar user mendapatkan informasi penting seperti pengenalan pola data, prediksi, pengelompokan data, klasifikasi data atau asosiasi data. Informasi-informasi seperti ini hampir tidak akan kita dapatkan dari metode metrik konvensional.

Bagaimana Solusi247 menawarkan solusi data mining? Solusi247 menyediakan solusi data mining melalui aplikasi open source pada server komputasi grid untuk memastikan data diproses secara optimal dan cepat. Solusi kami terintegrasi dengan Grid247 sebagai ETL dan data warehouse.

Solusi Data Mining yang ditawarkan oleh Solusi247 akan memberikan penggalian informasi seperti :

  • Costumer Behaviour Pattern Solution (Solusi Pola Perilaku Pelanggan)

Solusi Pola Perilaku Pelanggan ini menggunakan pemilihan fitur dan metode klasifikasi data untuk menyoroti atribut penting dari data agar diperhatikan sebagai pola perilaku pelanggan.

Model klasifikasi ini memungkinkan perusahaan untuk mengeluarkan kelompok pelanggan penting seperti calon  pelanggan. Tujuan dari pengenalan pola ini adalah mengurangi biaya kampanye secara efektif dengan hanya memilih calon pelanggan sesuai dengan pola-pola tertentu hingga solusi yang ditawarkan tidak hanya tepat sasaran namun juga tepat guna.

Model klasifikasi meliputi decision tree, artificial neural network dan support vector machine.

  • Market Basket Analysis

Market Basket Analysis memungkinkan perusahaan untuk menemukan hubungan aktivitas pelanggan. Informasi ini kemudian dapat digunakan untuk program pemasaran dan penjualan seperti program penjualan silang, diskon atau program loyalty.

  • Prediction or Forecast

Predictive data mining tools menganalisa data historis dan data transaksional untuk mendapatkan informasi di masa depan. Perkiraan data ini sangat penting, mengapa? Karena solusi ini dapat mengurangi resiko dan juga perusahaan bisa melihat peluang di masa depan. Alat prediksi kami meliputi regresi linear dan non linear, machine learning, dan time series model.

Pemodelan machine learning dapat memprediksi complex multimensional yang mana kompleks untuk metode metrik konvensional.

Sweet 17th Anniversary SOLUSI247

SOLUSI247 baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-17 kemarin, 24 Juli 2017. Usia perusahaan yang tergolong muda ini SOLUSI247 memiliki besar untuk menjadi “Perusahaan ICT Terbesar Di Indonesia”. Di usianya yang mulai beranjak dewasa, banyak harapan dan cita-cita yang akan dicapai bersama. Untuk bisa mencapai cita-cita tersebut, SOLUSI247 harus siap melalui badai yang akan menerpa di kemudian hari. Tantangan dan rintangan dikemudian hari bukan akan semakin ringan namun akan semakin berat dikarenakan akan banyak competitor-kompetitor baru yang bermunculan. Perusahaan harus siap bebenah, menjalankan visi dan misi yang telah ditetapkan untuk dijadikan motivasi untuk terus berkembang, bergerak maju, bekerja keras dan berinovasi.

Chief Executive Officer SOLUSI247, Bpk. Beno Kunto Pradekso menyampaikan motivasi yang bertujuan untuk memajukan kreatifitas para SDM nya. Dengan begitu, SOLUSI247 akan terus maju dan berkembang pesat di Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dibidang ICT ini. Disampaikan pula oleh beliau bahwa SOLUSI247 terpilih menjadi salah satu nominasi Anugerah Abyudaya 2017 dalam rangka rangkaian kegiatan Anugerah Iptek Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-22.

DSC07102

Mengusung konsep acara white and or denim, dengan kompak karyawan beserta management menggunakan dresscode white and or denim. Tidak hanya merayakan acara ulang tahun. SOLUSI247 mengadakan acara halal bi halal serta memberikan apresiasi kepada para karyawan teladannya. Ada 10 kandidat terpilih sebagai “best employee” diantaranya adalah Rizky Alif Yuza, Angga Nur Darmawan, M. Ali Syahbana, Fajar Bifaqih, Ferry Pranolo, Gunawan Z, Denie dicanangkan sebagai 7 besar kandidat best employee, serta Tsania Kharisma Della, Deby Ecintia, Diki Supandi dicanangkan sebagai the best three employee.

Chief Operational Officer SOLUSI247,  Pak Amin menyampaikan bahwa 10 kandidat tersebut dipilih dengan fair oleh para leadernya serta sudah dipertimbangkan juga oleh management. Beliau juga memberikan harapan kepada para karyawan yang belum terpilih untuk menjadi best employee, “siapapun bisa menjadi seperti mereka yang sekarang ada diatas panggung (the best employee). Jadi jangan takut, kami para management akan terus mengapresiasi siapapun kalian yang akan mejadi the best employee selanjutnya. Bisa orang baru, bisa juga gelar ini jatuh kepada mereka yang diatas panggung ini. Jadi, lakukanlah yang terbaik.”

Chief Marketing Officer SOLUSI247, Bpk. Aria Rahendra juga meberikan motivasi, “Banyaklah belajar, tidak masalah jika harus belajar sendiri, pintar untuk diri kalian sendiri, namun dampak baiknya terasa oleh banyak orang.”

Solusi247 di Event CeBIT 2017, Hannover, Germany

The future is already here! Event pameran teknologi CeBIT 2017 di Hannover, Germany  kembali diselenggarakan. Acara yang dibuka untuk umum ini dimulai pada hari Senin, 20 Maret 2017 sampai Jumat, 24 Maret 2017 silam. Menghadirkan para exhibitor-exhibitor kelas atas, acara ini benar-benar memberikan kesan “our future in here!”. Mengusung tema “Solusi terapan bagi teknologi digital”, CeBIT2017 memberikan gambaran bagaimana teknologi-teknologi di masa mendatang.

Berbicara mengenai teknologi termahsyur, Solusi247 mengirim beberapa perwakilan-perwakilan untuk ikut serta menjadi exhibitor di acara CeBIT2017 dengan membawakan teknologi yang mereka kembangkan bersama IRI bernama IRI Voracity, diantaranya adalah Bpk. Sigit Prasetyo, Ibu Melianie Sari, Ibu Ari Puwatiningsih.

Di event CeBIT2017, Solusi247 berada di Hall 6, Stand G09, Co-exhibitor with Ministry of Indonesia of the Republic of Indonesia.

IRI Voracity dan Solusi247

Solusi247 adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ICT, menjadikan Solusi247 dipercaya oleh Innovative Routines International (IRI) untuk mengembangkan produk yang diusung dengan nama IRI Voracity.

IRI Voracity® adalah satu-satunya high-perfomance, all-in-one platform untuk mengelola data. Dengan Voracity, Anda bisa mendapatkan kumpulan solusi-solusi lengkap yang dapat menggantikan software-software khusus, dan bukti terhadap perkembangan dan perubahan data. IRI Voracity® sangat cost-eficient, Anda tidak lagi membutuhkan team yang besar untuk menggunakan IRI Voracity® karena software ini sangat mudah dikelola.

IRI Voracity® menggabungkan data discovery, integrasi, migrasi, governance, dan analisis dalam kerangka metadata yang berhasil dibangun di atas Eclipse™. Hal ini memanfaatkan kekuatan dari IRI CoSort, atau Hadoop MR2, Spark, Spark Stream, Storm dan Tez.

 

Implementasi Big Data Di Dunia Kesehatan oleh Bpk. Beno K. Pradekso, Dijelaskan di Acara Tech Talk Techinasia di IPB Bogor

Hadir sebagai pembicara pada acara Tech Talk yang dilaksanakan di Institute Pertanian Bogor Kampus Dramaga, diselenggarakan oleh Techinasia, Rabu, 15 Maret 2017 lalu, pakar sekaligus praktisi Big Data, Ir. Beno Kunto Pradekso, M.Sc., seorang lulusan Delft University of Technology – Belanda yang kini menjadi CEO (Chief of Executive Officer) LABS247 yang merupakan perusahan yang bergerak di bidang ICT Company, penyedia teknologi dan solusi penanganan Big Data, sharing dengan para dosen-dosen serta mahasiswa yang notabene adalah mahasiswa tingkat 5-6 dan para IPB Dramaga mengenai implementasi big data di dalam kehidupan nyata.

Dalam pemaparanya, beliau menyampaikan materi mengenai Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Big Data Untuk Indonesia dan implementasi Big Data dibidang bioinformatika dan kesehatan – Big Data for Bioinformatic and Healthcare. Ada beberapa case yang beliau share mengenai implementasi big data di bidang kesehatan dan bioinformatika.

“Big Data is not a technology. Big Data is a challenge.” ucapnya. Pria yang sangat menyukai riset ini menjelaskan bahwa big data adalah sebuah tantangan baru dimana hal ini memang harus di kulik lebih dalam lagi agar bisa menjadi manfaat untuk bangsa Indonesia.

Labs247: BigData for Bioinformatics

Apa itu Bioinformatics?

Bioinformatics adalah ilmu yang mempelajari atau penerapan tehnik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan dengannya. Contoh topik utama bidang ini meliputi basis data untuk mengelola informasi biologis. penyejajaran sekuens (sequence alignment), prediksi struktur untuk meramalkan bentuk struktur protein maupun struktur sekunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.

Singkatnya, penggabungan gen atau sel tidak lagi dilakukan secara manual melainkan bisa dilakukan secara digital.

Forum Riset Life Science Nasional

Rabu – Kamis, 24-25 Agustus 2016, Labs247 dari PT. Dua Empat Tujuh mengirim beberapa perwakilan yaitu Bpk. Solechoel Arifin, Bagus Rully Muttaqien dan Gaidha N. Annisa untuk mengikuti IT Showcase Forum Riset Life Science 

Nasional 2016  atau biasa disebut FRLN2016 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan, bertajuk “Tantanngan Menuju Kemandirian Riset Nasional” yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Kementrian Kesehatan, Biofarma dan HAKTEKNAS.

BIG DATA FOR BIOINFORMATICS

Munculnya data set besar dalam pengaturan klinis menyajikan tantangan dan peluang dalam penyimpanan data dan analisis. Hal ini disebut dengan “Big Data”. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menyajikan solusi yang paling layak untuk analisis big data dalam hal efisiensi dan skalabilitas.

Kerangka pemrograman MapReduce menggunakan dua tugas umum dalam pemrograman fungsional, Map dan Reduce. MapReduce adalah kerangka pemrosesan parallel baru dan hadoop adalah implementasi open-source pada node komputasi tunggal atau cluster. Penggunaan MapReduce dan Hadoop memiliki keuntungan antara lain;

  1. Penyimpanan toleran sehingga pengolahan data yang dapat diandalkan dengan mereplikasi tugas komputasi dan cloning potongan data yang berbeda komputasi node di cluster komputasi.
  2. Pengolahan data high-throughput dan Hadoop Distributed File System (HDFS). Data disimpan dalam HDFS dan dibuat tersedia di slave node dan digunakan untuk perhitungan.

Contoh singkatnya adalah jika dulu dalam penggabungan gen atau sel harus dilakukan di super computer yang ukurannya sangat besar dan dengan harga yang tinggi (high-cost), hal itu tidak diperlukan lagi di era ini.

Saat ini kita memiliki teknologi big data. Jadi, proses penggabungan gen atau sel itu bisa dilakukan secara digital di atas big data dan tentunya low-cost. Proses pengolahan data ini memerlukan tools yang disebut Hadoop. Labs247 (Solusi247) sendiri memiliki teknologi tersebut yang dinamakan Hadoop Grid (HGrid247)

Contoh lain adalah, “Jika ada suatu penyakit baru yang belum diketahui, dengan teknologi big data ini, kita dapat langsung mengidentifikasi dengan cara mencocokan gejala-gejala penyakit tersebut dengan data-data yang sudah tersedia di bank data." Ujar Pak Arifin.

Kerjasama Solusi247 Dengan ITS

PT. Dua Empat Tujuh dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada hari Rabu, 8 Mei 2013. Bertempat di gedung senat rektorat ITS Surabaya, acara penandatanganan ini dihadiri oleh Wakil rektor di bidang penelitian, inovasi dan kerjasama ITS, Bapak Prof. Dr. Darminto.

Hadir juga Bapak Prof. Surjo Adji selaku kepala badan kerjasama, inovasi dan bisnis, Bapak Dr. Saut Gurning selaku direktur pusat kerjasama dan promosi serta Bapak Prof. Gamantyo. Dari PT. Dua Empat Tujuh, hadir Bapak Beno Pradekso selaku direktur utama beserta team, serta hadir juga Bapak Dr. Andrian Andaya selaku direktur International Research Centre for Telecommunications and Radar (IRCTR) Indonesia.

Selain itu juga, acara ini dihadiri oleh dosen, pengurus rektorat beserta mahasiswa ITS. Maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama ini adalah untuk mengadakan kerjasama dalam bidang penelititan, pendidikan atau pelatihan, pengembangan produk dan pemasaran, penyediaan alat, tempat kerja, fasilitas dan dana, pertukaran tenaga ahli dan teknisi, serta pertemuan ilmiah, dalam rangka pengembangan industri teknologi informasi dan telekomunikasi sesuai dengan fungsi serta wewenang dari masing-masing pihak. Sebelum penandatangan, dipaparkan mengenai pengenalan perusahaan PT. Dua Empat Tujuh beserta produk dan riset yang dimiliki. Setelah penandatanganan dilakukan diskusi ringan mengenai permasalahan kelautan dan perairan Indonesia. Diharapkan PT. Dua Empat Tujuh dan ITS mampu bersinergi untuk menangani permasalah bangsa yang ada untuk menjadi solusi yang tepat dan efektif untuk bangsa Indonesia.


The Importance of The Use of “National Radar”

As most people know, currently Indonesian people have mastered the technology of RADAR, mainly on coastal surveillance RADAR and vessels RADAR with Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW) technology. The mastery of technology covers the design, antenna fabrication, electronic devices (transmitter and receiver), signal processing devices,  Plan Position Indicator (PPI) / Operator display and detecting-tracking ability.


Why using our RADAR, not the others?

indera4

Not only on main technology of RADAR, but also the mastery of technology continues to other critical areas such as anti jamming technology with frequency hopping method, specific algorithms implementation to enhance RADAR’s detecting and tracking performance and also the image of low detectable objects like cFar and Doppler FFT, etc. Overlaying technology with electronic maps, sensors such as Automatic Identification System (AIS) , weather data, gyro, compass and others have also been successfully implemented.

Furthermore, with the mastery of overlaying techniques refined by direct programming in the graphic card (previously by conventional programming) with parallel programming and multi threading, RADAR network monitoring (multiple RADARs) in a single map can be successfully carried out without consuming a massive and expensive computing power.

In data communication, the data traffic between the RADAR antenna and remote observation monitor (for instance located in different island) which used to require 10 Megabit/s or higher data bandwidth, it can now be optimized into less than 200 kilobit/s. It means that a RADAR antenna located in a remote area can be optimally monitored in a central monitoring unit using a common communication data channel such as GSM.

Database system is also embedded as a part of the ecosystem so that data recording can be carried out for various data types like structured data, semi structured data or unstructured ones. The recorded data can be used for an analysis, a replay and other possible purposes, in case they are needed. Database system is also used as a vessel supporting data, either for the RADAR unit or for the monitoring unit.

The Systemic Use

Based on the explanation above, such technology has currently been implemented and used by Indonesian navy force specifically in Indonesian warship (KRI) of Sultan Thaha Syaifuddin in which the RADAR has been in service for over a year. One RADAR has also been installed in other Indonesian warship, KRI Oswald Siahaan and still undergoing Harbor Acceptance Test (HAT) and Ship Acceptance Test (SAT), and another RADAR is also soon going to be installed and used in KRI Yos Sudarso in which the unit is still under fabrication process.

kapal

In addition to our RADARs, we also produce ECDIS (Electronic Chart and Display Information System) which has been installed in 3 different Indonesian warships including KRI Dewa Rutji. ECDIS is an electronic navigation device implementing electronic chart S57/S63 complying with International Maritime Organization (IMO) and International Hydrographic Organization (IHO) as well as all integrated sensors like gyro, compass, AIS, GPS, Navtex, Wheatherfax in a single unit of monitoring display.

The latest product we are developing is RADAR surveillance system for vessels traffic and other existing moving objects in waterways or ship harbors. This system is also named as Vessel Traffic Surveillance (VTS) with extended range enabling the received data to be integrated with the some applications in the harbor’s system such as Billing application, Manifest application, etc. Currently, several of our applications are being tested in the Harbor of Tanjung Priok.

ais object jarak jauh

The implementation of RADAR surveillance or VTS in Indonesian waterways and harbors is very poor and this fact makes us believe that the technology we are offering is highly needed by our country. The technology supply developed by its own people gives this country a lot of advantages and some of them are:

  • Our technology independency
  • The development and improvement of the related basic skills
  • More cost-efficient systemic supply
  • Direct operational and after sale supply, etc.

Industry, Educational and Research institutions Partnership

The industry we have been developing in term of RADAR and Radio Frequency (RF) devices as well as the software shall not surely run independently. This industry requires a partnership with several other industries such as:

  • Console industry/metal industry or RADAR’s stator and rotor manufacture
  • Print Circuit Board (PCB) industry
  • Mecatronic industry
  • Electronics industry for modules manufacture like frequency divider, power supply, motor regulator, etc.
  • Computer and the supporting software industry.

The support of research institutions such as Indonesian Science and Research Institution (LIPI) and BPPT as well as educational institutions such as Bandung Institute of Technology (ITB) and University of Indonesia (UI) –which is equipped with its own research and measuring laboratory – has been proven very vital and effective in giving us practical technical advises and also in conducting researches to find solutions to our basic scientific problems. Some algorithms implementations solving the problems of how to eliminate the effects of the interferences were recommended by the intellectuals of those institutions.

monitoringconning

console ecdis 3-4

The Point is to use National Products

The mastery of further technology will give us more advantages. The further technologies are:

  • Pulse Compression RADAR
  • Synthetic Aperture RADAR
  • Over the Horizon RADAR
  • Weather RADAR

By having better software and all integrated systems applied in this technology, there will be more opportunities for our people to be researchers and developers, and it will surely bring more advantages to our country for having independent systems developed by its own people, as all of us have expected.


One-Day Course on Atmospheric Radar

The aim of this one-day intensive course is to give an introductory overview on the fundamentals, theory and practice of present and future atmospheric/weather radar system. In particular, system which were built by the International Research Centre for Telecommunications and Radar (IRCTR) at the Delft University of Technology, The Netherlands, are selected for in-depth discussion during the course. In Indonesia these systems are offered for local development and production based on knowledge transfer via IRCTR- Indonesia (IRCTR-I).

Course Presenter

LEOProf. Leo P. Ligthart Dr. H.C., PH.D., M.Sc., FIEE, FIET.

Leo P. Ligthart was born in Rotterdam, the Netherlands, on September 15, 1946. He received an Engineer’s degree (cum laude) and  a Doctor of Technology degree from Delt University of Technology in 1969 and 1985, respectively. He is Fellow if IET and IEEE, and member of the IEEE AESS Board of Governors 2013-2015. He received Doctorates (honoris causa) at Moscow State Technical University of Civil Aviation in 1999, Tomsk State University of Control Systems and Radioelectronics in 2001 and the Military Technical Academy Bucharest in 2010. He is academician of the Russian Academy of transport.

In 1988 he was appointed as professor on Radar Positioning and Navigation, and since 1992 he has held the chair of Microwave Transmiddion, Radar and Remote sensing in the Departement of Electrical Engineering, Mathematics and Computer Science, Delft University of Technology. In 1994, he founded the International Research Center for Telecommunications and Radar (IRCTR) and became the director of IRCTR. He received several awards from Veder, IET, MIKOM, EuMA and others.

At present he is guest professor at Bandung Institute of Technology and University of Indonesia, scientific councils and consultant for companies. Prof. Ligthart’s principal areas of specialization include antennas and propagation, radar and remote sensing, but he has also been active in satellite, mobile and radio communications. He has published over 600 papers and 2 books.

Program (5 hours).

Theory:

  • Radar Fundamentals
  • Atmospheric Remote Sensing
  • Fundamentals of Atmospheric Radar
  • Fundamentals of Doppler-Polarimetric Radar

Technology:

  • Doppler-Polarimetric Radar (TARA)
  • Drizzle Radar (IDRA)
  • High Resolution Agile Radar ( PARSAX)