Tag Archives: Teknologi

INDERA MX-4: Radar Maritime Yang Sukses Digarap oleh SOLUSI247, BPPT dan Telekomunikasi Radar Indonesia

Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan dana riset kepada SOLUSI247 yang bekerja sama dengan BPPT dan TRI (Telekomunikasi Radar Indonesia) yang mana dana tersebut adalah dana kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi untuk kebutuhan nasional.

Adalah Radar LPI (Low Probability of Intercept) yang menjadi salah satunya. Kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi tersebut telah menghasilkan sebuah prototype radar surveillance maritime yang diberi nama “Radar Indera MX-4” yang sudah di-serah-terima-kan kemarin oleh Kemenristekdikti dimana yang menyerahkan adalah Direktur Jenderal Penguat Riset dan Pengembangan, Bpk. Muhammad Dimyati kepada Kemenhub dimana yang menerima adalah Sekretaris Jenderal Sugihardjo. Acara serah terima prototype Radar Indera MX-4 diselenggarakan di Kantor Distrik Navigasi Kelas I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 31 Juli 2017.

Dalam penjelasannya, Bpk. Dimyati mengatakan bahwa Radar Maritim INDERA MX-4 ini adalah buatan dalam negeri dan memiliki kelebihan dibandingkan teknologi radar maritime konvensional yang banyak digunakan pada umumnya. Kelebihan Radar INDERA MX-4 sudah menerapkan teknologi FMCW (Frequency Modulated Continuous Wave) yang memungkinkan digunakannya data pancar yang sangat rendah dengan resolusi jarak yang lebih tinggi.

Bpk. Dimyati juga menjelaskan bahwa di radar generasi ke-empat ini juga dapat diterapkan teknologi solid state yang akan memberikan lebih banyak keuntungan terutama dalam hal biaya pemeliharaan yang mana biayanya akan lebih rendah serta usia pakai yang lebih panjang.

Radar yang telah diuji coba dan dioperasikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara non-stop di stasiun VTS (Vessel Traffic Services) di Merak digunakan untuk mengawasi traffic lalu lintas kapal di perairan Selat Sunda pada saat padatnya lalu lintas arus mudik lebaran 2017 lalu.

Hasil dari uji coba radar INDERA MX-4 ini sangat baik dan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.  Pembuat radar “Indera MX-4” Andrian Andaya Lestari menjelaskan, radar ini memiliki spesifikasi teknis antara lain; Memiliki aplikasi Radar Surveillance Maritim dengan frekuesi X-band, menggunakan teknologi FMCW, Solid State dengan daya pancar 5 Watt, jarak jangkau maksimum 30 NM (55 km) dan resolusi jarak maksimum 3 meter. Radar ini juga memiliki panjang antena sekitar 2.2 meter dan berat unit antena 300 kilogram.

Radar Maritime Dari Dalam Negeri, Radar Indera MX-4

SOLUSI247 Bekerja sama dengan BPPT dan TRI (Telekomunikasi Radar Indonesia) dipercaya oleh RISTEKDITI untuk membuat serta mengembangkan radar maritim karya anak  bangsa. Radar yang dimaksud adalah Radar INDERA MX-4 yang kemarin dihibahkan kepada Kementrian Perhubungan (Kemenhub) oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)

Sangat membanggakan ketika pada tahapan uji coba Prototype Radar Maritim INDERA MX-4 dilakukan, hasil yang di dapatkan dari pembuatan dan pengembangan radar tersebut  berfungsi dengan baik sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan. “Saat ini Prototype Radar tersebut telah dioperasikan secara penuh oleh VTS Merak Banten dan sangat membantu operasional VTS Merak untuk memantau lalu lintas kapal, terutama pada periode arus mudik lebaran 2017 lalu.” Ujar Sesjen Sugihardjo.

Sesjen Sugihardjo juga menjelaskan bahwa radar INDERA MX-4 untuk maritime ini memiliki teknologi yang tidak dimiliki oleh radar yang terdahulu (yang pernah di implementasikan). Salah satu keunggulannya adalah radar tersebut bisa dilacak oleh alat pendeteksi radar yang dipasang dikapal. Sehingga, dengan begitu semua kapal yang bergerak di wilayah Pelabuhan Merak bisa terdeteksi. “Alat ini lebih canggih dari radar konvensional sebelumnya. Alat ini tingkat keamanannya lebih tinggi. Alat ini juga dapat mengedapankan karya anak bangsa,” tutur beliau.

Selain keunggulan yang tersebut diatas, kelebihan lain dari radar ini adalah radar ini juga menggunakan bandwidth lebih luas, sehingga semua kapal dapat terdeteksi. Radar ini juga bisa menutup lubang yang menjadi kekurangan Kemenhub. Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati.

Radar Indera MX-4 diklaim memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dan keamanan mumpuni karena sulit digapai oleh alat pendeteksi radar.

“Ini radar generasi keempat. Life time-nya lebih panjang dan lebih murah dari radar buatan asing karena local content-nya mencapai 75%,” tambah Bpk. Dimyati di acara tersebut.

Biaya yang di keluarkan untuk riset Radar Maritime INDERA MX-4 ini sejumlah kurang lebih Rp. 3 miliiyar.

Serah Terima Hasil Riset Radar INDERA MX-4 Garapan Anak Bangsa Oleh Kemenristekdikti Kepada Kemenhub

Jakarta, 01 Agustus 2017 – Mendapat kepercayaan dari Kementrian Riset, Teknik dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), SOLUSI247 bekerja sama dengan BPPT dan TRI (Telekomunikasi Radar Indonesia) menciptakan radar maritime karya anak bangsa yang diusung dengan nama Radar Maritime INDERA MX-4 yang kemudian dihibahkan kepada Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Riset yang menghasilkan Purwarupa atau Prototype Radar Maritim LPI (Low Probability of Intercept) INDERA MX-4 ini membutuhkan waktu 2 tahun untuk penyelesaiannya. SOLUSI247 merasa sangat terhormat sekaligus bangga karena radar yang proses pembuatannya membutuhkan waktu selama 2 tahun serta dan dibuat langsung di Head Office SOLUSI247  ini sukses dalam pengimplementasiannya.

Penyerahan Prototype Radar tersebut dilaksanakan di Kantor Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok, Jakarta, 31 Juli 2017. Turut hadir CEO SOLUSI247, Bpk. Beno K. Pradekso, ditemani oleh Bpk. Y. Andi Kirana selaku Account Manager SOLUSI247, Oktanto Dedi selaku Head of Radar Division dan Deny Yulian selaku Head of Software Division.

Serah terima Prototipe Radar LPI tersebut secara simbolis diserahkan oleh Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr. Muhammad Dimyati kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Dwi Budi Sutrisno selaku PH. Dirjen Perhubungan Laut dan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo.

Solusi247 di Event CeBIT 2017, Hannover, Germany

The future is already here! Event pameran teknologi CeBIT 2017 di Hannover, Germany  kembali diselenggarakan. Acara yang dibuka untuk umum ini dimulai pada hari Senin, 20 Maret 2017 sampai Jumat, 24 Maret 2017 silam. Menghadirkan para exhibitor-exhibitor kelas atas, acara ini benar-benar memberikan kesan “our future in here!”. Mengusung tema “Solusi terapan bagi teknologi digital”, CeBIT2017 memberikan gambaran bagaimana teknologi-teknologi di masa mendatang.

Berbicara mengenai teknologi termahsyur, Solusi247 mengirim beberapa perwakilan-perwakilan untuk ikut serta menjadi exhibitor di acara CeBIT2017 dengan membawakan teknologi yang mereka kembangkan bersama IRI bernama IRI Voracity, diantaranya adalah Bpk. Sigit Prasetyo, Ibu Melianie Sari, Ibu Ari Puwatiningsih.

Di event CeBIT2017, Solusi247 berada di Hall 6, Stand G09, Co-exhibitor with Ministry of Indonesia of the Republic of Indonesia.

IRI Voracity dan Solusi247

Solusi247 adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ICT, menjadikan Solusi247 dipercaya oleh Innovative Routines International (IRI) untuk mengembangkan produk yang diusung dengan nama IRI Voracity.

IRI Voracity® adalah satu-satunya high-perfomance, all-in-one platform untuk mengelola data. Dengan Voracity, Anda bisa mendapatkan kumpulan solusi-solusi lengkap yang dapat menggantikan software-software khusus, dan bukti terhadap perkembangan dan perubahan data. IRI Voracity® sangat cost-eficient, Anda tidak lagi membutuhkan team yang besar untuk menggunakan IRI Voracity® karena software ini sangat mudah dikelola.

IRI Voracity® menggabungkan data discovery, integrasi, migrasi, governance, dan analisis dalam kerangka metadata yang berhasil dibangun di atas Eclipse™. Hal ini memanfaatkan kekuatan dari IRI CoSort, atau Hadoop MR2, Spark, Spark Stream, Storm dan Tez.