Category Archives: Big Data

Big Data dan Hidroponik

Big data dan hidroponik, mungkin terdengar seperti perpaduan yang kurang cocok. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh big data sudah demikian meluas, tak terkecuali pada sektor yang agak spesifik seperti hidroponik. Sistem otomasi pada pertanian dengan menggunakan teknik hidroponik tengah berkembang dengan pesat di dunia, dari Jepang, Cina, Inggris dan Uni Eropa serta Amerika Serikat.

Manfaat Bercocok Tanam Dengan Hidroponik

Teknik hidroponik dianggap sebagai suatu teknik produksi pangan yang sangat efisien saat ini. Banyak keunggulan dari teknik ini, misalnya penggunaan lahan yang lebih sedikit dan produksi pangan lebih banyak. Air yang digunakan pun dapat diolah dan dimanfaatkan kembali. Biaya pengangkutan dapat ditekan karena teknik ini sangat cocok diimplementasikan di wilayah perkotaan dengan jumlah populasi yang tinggi.

Bagaimana Big Data dan otomasi bekerja dengan hidroponik

Di Jepang, Fujitsu telah mengembangkan sebuah layanan komputasi awan (cloud platform services) dengan nama Akisai. Sistem yang diluncurkan pada tahun 2012 ini menganalisa data-data yang didapatkan dari berbagai sensor yg di tempatkan di sekitar rumah kaca (greenhouse). Dengan informasi ini, seluruh perangkat pendukung seperti kipas ventilasi udara, mesin pemanas, dan sistem pengairan dikontrol secara otomatis. Melalui big data cloud service, sistem ini mampu mengumpulkan banyak data yang dapat dianalisa untuk menghasilkan kualitas pangan yang lebih baik.

Di Amerika Serikat ada Freight Farms, sebuah perusahaan yang membuat sistem pertanian hidroponik menggunakan kontainer bekas dengan menerapkan teknologi dan otomasi pertanian. Mereka mengumpulkan data dari berbagai komponen utama pertanian seperti udara, air, suhu dan pertumbuhan tanaman untuk mengelola dan memonitor pertanian.

Dengan data yang dikumpulkan tersebut mereka membuat sebuah program custom elearning development, sehingga para penggunanya dapat mempelajari cara terbaik untuk bercocok tanam dengan Freight Farms. Menurut Brad McNamara, co founder dari Freight Farms, melalui sistem elearning yang dibangun ini, orang yg saat ini bergabung dengan Freight Farms akan memiliki pengetahuan yang jauh lebih baik, karena telah mendapatkan pengetahuan dari data yang dikumpulkan dari pengguna-pengguna sebelumnya. Dengan jaringan yang terdiri dari para petani Freight Farms, mereka mendapatkan banyak informasi yang dapat diterapkan.

Demikian juga di Cina, Alesca, sebuah startup yang mengubah kontainer bekas menjadi sebuah solusi jaringan pertanian hidroponik yang menggunakan sistem otomatisasi open-source dan analisa big data. Alesca mendesain dan membangun sistem pertanian multi-format dan menggabungkannya dengan penginderaan cerdas (smart sensing) dan aplikasi yang terhubung komputasi awan. Sistem connected farm ini menjadikan jaringan pertanian Alseca sebagai sebuah jaringan produksi pangan kota yang terdistribusi (city distributed food production system).

Penggunaan kontainer sebagai area tanam memungkinkan untuk membuat microclimate atau kondisi lingkungan yang paling ideal untuk berbagai jenis tanaman yang ditanam. Hasil tersebut dicapai dengan menggunakan sistem otomasi canggih, penyinaran menggunakan LED yang optimal dan komponen software terkini untuk membangun lingkungan yang ideal untuk masing-masing jenis tanaman. Tanaman dipantau oleh sensor yang melaporkan mengenai kesehatan, pertumbuhan, dan kecukupan nutrisi serta keseluruhan informasi mengenai lingkungan yang membutuhkan penyesuaian untuk mencapai kondisi pertumbuhan yang paling ideal. Alesca yakin bahwa ini merupakan trend masa depan untuk produksi pangan lokal berskala besar di kota-kota padat yang disebut local concept zero-mile food.

Problems to Overcome With Automated Food Production

Hambatan terbesar untuk keberhasilan jenis otomasi produksi pangan ini adalah dari segi biaya produksi pangan hidroponik. Peningkatan skala produksi dan tuntutan untuk menjaga efektifitas dan nilai ekonomis mengingatkan kita pada tantangan yang dihadapi di masa sebelumnya. Jika sebelumnya hambatan yang dihadapi adalah dari besarnya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, maka tantangan saat ini adalah pada kebutuhan listrik yang besar, dan pengeluaran untuk sistem pemupukan, pendingin, pemanas, dan pencahayaan yang tidak sedikit.

Namun demikian, berkat adanya software baru dan otomasi pada kebun hidroponik, banyak perubahan yang terjadi pada teknik bercocok tanam yang memungkinkan untuk dikembangkan dalam skala industri dan komersil, sehingga cukup kompetitif dalam mendukung ketersediaan pangan dunia.

Referensi :

http://www.fujitsu.com/global/about/resources/news/press-releases/2012/0718-01.html

http://www.npr.org/sections/thesalt/2015/02/23/388467327/-freight-farms-grow-local-flavor-year-round

http://technode.com/2015/11/03/alesca-life-introduces-farming-service-model-indoor-farming/

http://www.freightfarms.com/


Sumber :

Id Big Data

Konferensi Bigdata Indonesia 2015 – Bertemu, Bersinergi, Berinovasi

Konferensi Big Data Indonesia 2015 adalah event besar bagi para IdBigData-ers (Big Data Indonesia). Konferensi Big Data Indonesia tahun ini akan diselenggarakan di Bandung setelah tahun lalu dilaksanakan di Yogyakarta pada bulan yang sama seperti tahun ini yaitu bulan Desember.

Tahun 2015 ini, Konferensi Big Data Indonesia, IdBigData akan bekerjasama dengan Telkom University. Masih seperti tahun lalu, event Konferensi Big Data Indonesia ini bertujuan untuk mempermudah penyampaian informasi Big Data kepada para peserta mengenai penjelasan, teknologi dan penerapan Big Data.


Bertemu.

Konferensi Big Data Indonesia 2015 merupakan ajang bertemunya para ahli, peneliti, praktisi dan peminat Big Data di Indonesia. Mengumpulkan lebih dari 25 pembicara dari Industri, instansi pemerintah, lembaga penelitian dan universitas-universitas terkemuka di Indonesia serta lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang dan keahlian, dengan satu kesamaan, yaitu ketertarikan terhadap teknologi Big Data baik dari sisi pengembangan dan pemanfaatannya.

Bersinergi.

Dengan latar belakang peserta dan pembicara yang beragam, Konferensi Big Data Indonesia 2015 ini merupakan kesempatan untuk memadukan pengalaman yang luas, pengetahuan, dasar teori yang mendalam, dan visi ke depan yang bertujuan untuk kemajuan dan kemandirian bangsa. Konferensi Big Data Indonesia 2015 ini pada umumnya diharapkan menjadi titik temu berbagai kelangan untuk menjalin kerjasama dan bersinergi dalam pengembangan dan pemanfaatan Big Data.

Berinovasi.

Dengan terjalinnya kerjasama yang baik dari kalangan dengan latar belakang yang beragam tersebut diharapkan terlahirnya karya-karya inovatif di bidang Big Data yang dapat bermanfaat bagi kemajuan industri dan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang berujung pada kemajuan bangsa Indonesia.


Workshop Transfer of Technology BigData Solusi247

After an agreement has been officially signed by Solusi247 and IRI (an American corporate dealing with a great number of costumers coming from various business sectors such as airlines, appliance, banking, cabling, health insurance, mutual find, retail, trucking and wireless, all of which implementing IRI’s software in their businesses), hereby both parties agree to integrate their assets of BigData processing technologies. 

The partnership will lead to the demand of a high number of resources to be assigned in IRI-247 projects in Asia region such a Singapore, Malaysia, etc next year. The concrete follow-up action resulted from this agreement is the estabilishment of another partnership between Solusi247 and one of the prominent Universities in Indonesia, UGM. Both Solusi247 and UGM share the same perspective on the importance of BigData implementation and agree to conduct training of trainers program, and UGM also agrees to adopt BigData in its curriculum. Another concrete follow-up action is that Solusi247 will establish a Hadoop Distro in Indonesia and a join venture with UGM’s business units in order to promote BigData in Indonesia.

FI TOT2


Apa itu Big Data ?

Big Data adalah sebuah teknologi baru di dunia teknologi informasi dimana memungkinan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dalam beragam bentuk atau format, berjumlah besar dan pertambahan data yang sangat cepat. Pengolahan dan analisis data dalam jumlah sangat besar ini memerlukan waktu yang relatif jauh lebih singkat dengan menggunakan Big Data dibanding teknologi data sebelumnya, misalnya. database relational seperti MySQL.

Contoh skenario dimana Big Data digunakan misalnya adalah pemanfaatan data dari social media, twitter, facebook dsbnya dipadukan dengan data dari perusahaan sendiri misalnya data dari penjualan atau data pelanggan yang sudah ada di relasional database. Dengan demikian bisa didapatkan analisis untuk melakukan strategi marketing yang jitu. Misalnya dengan menganalisis orang-orang di social media yang berpengaruh untuk memasarkan produk.

Sayangnya untuk Indonesia, berdasarkan survey beberapa perusaahn besar, penggunaan Big Data masih belum optimal. Teknologi ini masih dianggap asing dan belum dianggap akan memberikan hasil yang menguntungkan. Namun, Solusi 247 adalah salah satu perusahaan IT Indonesia yang sangat gencar memperkenalkan teknologi Big Data kepada masyarakat luas.


Konferensi Big Data Indonesia 2014

Yogyakarta, 2014

Konferensi Big Data Indonesia 2014 berlangsung sukses dan berakhir Kamis sore (04/12/14) dengan peresmian Komunitas ID Big Data Indonesia guna menindaklanjuti rencana-rencana yang disepakati bersama selama konferensi berlangsung. Komunitas ID Big Data yang telah terbentuk pada Konferensi Big Data Indonesia 2014 di Grha Sabha Pramana UGM, berfungsi untuk menguatkan penguasaan teknologi Big Data di Indonesia.

kbi2014

Dari konferensi yang berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis, (03-04 Desember) terungkap bahwa kemajuan teknologi telah menghasilkan ledakan jumlah data yang sangat besar (Big Data). Data tersebut bisa dari berbagai macam segi kehidupan seperti penggunaan perangkat seluler, internet dan media sosial, transaksi elektronik, sensor dari peralatan industri dan rumah tangga, hingga data dari cuaca dan lalu lintas.

Adapun beberapa pembicara membahas mengenai Big data dengan judul-judulnya yang menarik sebagai berikut:

Chief Executive Organizer Solusi247 selaku penyelenggara Konferensi, Beno K. Pradekso mengatakan “Kekuatan suatu produk dilihat dari kesesuaian kebutuhan atau keinginan pasar. Keberhasilan sebuah program tercapai jika tepat sasaran dan keputusan yang tepat didasari oleh fakta yang dikumpulkan menjadi data”.

  1. Big Data, Between Hype and Reality” oleh Fajar Muharandy (Chief Solution Architect TERADATA Indonesia );
  2. Big Data, From Data to Commerce” oleh Komang Budi Aryasa (Proejct Director Bigdata Telkom);
  3. Applied Data Science” oleh Satrio Prabandaru (Data Science Expert in Financial & Marketing Industry);
  4. Artificial Intelligence and Big Data In Media Intelligence” oleh Ridwan Prasetyarto (CEO eBdesk Indonesia);
  5. Bring Big Data Analytic In Your Hand” oleh Nadia Alatas (CEO Cybertrend);
  6. University Research-ITB -WCPL” oleh Dr. Tri Wahyu Hadi;
  7. University Research-Telkom University” oleh Alfian Akbar Gozali, M.T;
  8. University Research-ITB – Informatika” oleh Dr. Eng. Ayu Purwarianti, ST., M.T;
  9. University Research-IPB- Bio Informatics” oleh Dr. Eng. Wisnu Ananta Kusuma, S.T. M.T;
  10. Smart City and IoT” oleh Yan Syafri Hidayat (CEO Fusi Global Teknologi).
  11. IoT and Big Data Infrastructure” oleh Joko Banu Sastriawan (Intel Indonesia);
  12. Security and Smart Data Center” oleh Mochamad Hariadi, ST., M.Sc., Ph.D (Kepala Lab Telematika Institut Teknologi Surabaya);
  13. Showcase, Big Data and Data Warehouse” oleh Dios Kurniawan (Big Data Implementation Leader at Telkomsel);
  14. Showcase, First Step Into Big Data” oleh Solusi 247 & Montis; “Showcase, Teradata” oleh Febyan Rahman;
  15. Media Intelligence & Big Data Analysis” oleh Rustika Herlambang (Communication Director of Indonesia Indicator);
  16. Showcase, Analytics Dashboard in DWH for University” oleh Widyawan, Ph.D (Kepala Pusat Sistem dan Sumber Daya Informasi UGM);
  17. Showcase, Paralel Query System” oleh Afisena Kurniawan (CEO1-822)

Agenda konferensi hari pertama menyajikan sebelas bahasan dan pada hari kedua mengulas delapan paparan tentang berbagai hal mengenai inovasi teknologi terkini pemanfaatan data beserta tantangannya serta solusi penerapannya demi kemajuan Bangsa Indonesia. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa kompetensi lokal sangat memadai untuk penguasaan teknologi, implementasi dan pengembangan big data untuk kepentingan nasional.


Sumber :

K. Nistanto, Reska. 2014. “Big Data” Bisa Atasi Masalah Galian Kabel di Indonesia.

http://tekno.kompas.com/read/2014/12/03/15000767/.Big.Data.Bisa.Atasi.Masalah.Galian.Kabel.di.Indonesia.

03 Desember 2014 (15:00)

K. Nistanto, Reska. 2014. Komunitas IDBigData Dideklarasikan di Yogyakarta.

http://tekno.kompas.com/read/2014/12/04/14130037/Komunitas.IDBigData.Dideklarasikan.di.Yogyakarta.

04 Desember 2014 (14:13)

K. Nistanto, Reska. 2014. Masa Depan “Big Data” Dibahas di Yogyakarta. http://tekno.kompas.com/read/2014/12/03/12192947/Masa.Depan.Big.Data.Dibahas.di.Yogyakarta.

03 Desember 2014 (12:19)

Saifulloh, Mohammad. 2014. UGM Tuan Rumah Konferensi Big Data Indonesia 2014.

http://news.okezone.com/read/2014/12/03/65/1074050/ugm-tuan-rumah-konferensi-big-data-indonesia-2014.

03 Desember 2014 (14:20)

Yulianto, Budi. 2014. Konferensi Big Data Indonesia 2014 di Grha Sabha Pramana UGM.

http://rri.co.id/yogyakarta/post/berita/123633/teknologi/konferensi_big_data_indonesia_2014_di_grha_sabha_pramana_ugm.html.

03 Desember 2014 (14:47)


Apa itu Konferensi Big Data 2014?

Konferensi Big Data Indonesia 2014 adalah event besar mengenai big data yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Konferensi ini dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan penyampaian informasi kepada para peserta yang mengkombinasikan antara penjelasan, diskusi, showcase dan penyelesain kasus.

Konferensi ini merupakan sebuah forum bagi para peneliti, praktisi dan pendidik untuk mempresentasikan dan mendiskusikan inovasi terkini, tren, dan tantangan praktis yang dihadapi, serta solusi di bidang big datademi kemajuan bangsa Indonesia. Tujuan dari konferensi ini adalah :

  • Memberikan pemahaman mengenai konsep, teknologi dan penerapan big data serta data science.
  • Membangun kesadaran terhadap pentingnya penguasaan teknologi big data bagi Indonesia.
  • Mempertemukan para akademisi, peneliti, profesional, pengguna, penggiat, serta peminat big data di Indonesia untuk bertukar dan berbagi pengalaman serta hasil peneli-tian mengenai semua aspek big data.
  • Menentukan langkah-langkah nyata mengenai penguasaan teknologi dan pengembangannya, pemanfaatan serta implementasi untuk kemajuan bangsa.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa kompetensi lokal sangat memadai untuk penguasaan teknologi, implementasi dan pengembangan big data untuk kepentingan nasional. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan berkesinambungan setiap tahun.


Big Data 2.0

Big Data 2.0 is the next generation of Big Data to explore the power of data to bring data awareness and take more advantage from the data. Previous Big Data is focusing on the technologies used to process huge volume of data; Big Data 2 is focusing on high latency and transformational insight. What is actually in the data and what value within data? That what are going to be exploited.

Big Data 2.0 bring possibilities to analyze a variety of massive data set from multiple points of data sources both in batch and real time; sensors, social media, devices and internet, to gain competitive insight, to establish the value of the data, to provision that data to different people and applications that need the data.

bigdata20

More people will gain access to the data; time to value will be accelerated. Using Big Data in a real time fashion can be an extremely efficient way to constantly search for optimal solutions. Especially in environments that are in constant flux such as traffic, stock markets or energy usage, big data can help optimize actual solutions and bring about reduced cost or increased revenue. Big Data can be applied to ensure a constant flow of traffic while constantly analyzing the current traffic situation and divert traffic on the fly when required. The energy sector Big Data applications can be used to coordinate the future smart grid where the location of energy production and energy usage will vary almost constantly. Data cleansed and processed and decisions are made, all without any human intervention by deploying real-time alerts for data quality issues.

In business environments the increasing amount of information collected can also be used to explore new ways of production, new delivery processes, new markets, new customers, etc. By closely recombining data, new patterns emerge, from which better or new insights can be derived. This could lead businesses to reorganize the way they manufacture their product or re-align their logistics in order to reduce time-to-market, manufacturing cost or enhance quality of the product and service. From a commercial perspective studying data patterns from customers and prospects leads to better insight into customer behavior and changing market conditions.

More opportunities will be carried from lot information being collected and captured.

  • Identify new market segments. Exploring big data sets of commercial information not only leads to better customer insight
  • Create customer centric assortments. Gauge the probability of selling a particular product at certain time and place ultimately optimizing assortments by location, time and profitability. Correlate customer data from multiple channels to have a better understanding of customers by targeting the right customers with the right products
  • Online advertising. Defining marketing tactics at micro segment level with higher returns on advertising investment
  • Online business. Provide offering in real time based on customer preferences
  • Product Innovation. Using information captured from products via sensor sent the data over internet, use the information to make product more efficient
  • Provide services or products that resonate with consumers. Transform enormous tweets and unstructured data from internet into insights
  • Target-sharing program to drive exceptionally high turnout. Asses individual online activities and ascertain campaign tactics were producing offline results
  • Supply chain operation. Monitor physical product movement by capturing data from RFID and micro sensors
  • Retail chain operation. Identify overstocks at one store that could be sold in another by capturing pricing, promotion and loyalty data to create insights into what, when and why customer buy
  • Rail car sensor track. Pull data from sensor to prevent disaster
  • Intelligent rail cars. Store data for whole ecosystem; cars, rails, rail roads, crossing, whether pattern that justifyrail movement and so on
  • GPS based data for shipment tracking and logistic

 

Kerjasama Solusi247 Dengan ITS

PT. Dua Empat Tujuh dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada hari Rabu, 8 Mei 2013. Bertempat di gedung senat rektorat ITS Surabaya, acara penandatanganan ini dihadiri oleh Wakil rektor di bidang penelitian, inovasi dan kerjasama ITS, Bapak Prof. Dr. Darminto.

Hadir juga Bapak Prof. Surjo Adji selaku kepala badan kerjasama, inovasi dan bisnis, Bapak Dr. Saut Gurning selaku direktur pusat kerjasama dan promosi serta Bapak Prof. Gamantyo. Dari PT. Dua Empat Tujuh, hadir Bapak Beno Pradekso selaku direktur utama beserta team, serta hadir juga Bapak Dr. Andrian Andaya selaku direktur International Research Centre for Telecommunications and Radar (IRCTR) Indonesia.

Selain itu juga, acara ini dihadiri oleh dosen, pengurus rektorat beserta mahasiswa ITS. Maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama ini adalah untuk mengadakan kerjasama dalam bidang penelititan, pendidikan atau pelatihan, pengembangan produk dan pemasaran, penyediaan alat, tempat kerja, fasilitas dan dana, pertukaran tenaga ahli dan teknisi, serta pertemuan ilmiah, dalam rangka pengembangan industri teknologi informasi dan telekomunikasi sesuai dengan fungsi serta wewenang dari masing-masing pihak. Sebelum penandatangan, dipaparkan mengenai pengenalan perusahaan PT. Dua Empat Tujuh beserta produk dan riset yang dimiliki. Setelah penandatanganan dilakukan diskusi ringan mengenai permasalahan kelautan dan perairan Indonesia. Diharapkan PT. Dua Empat Tujuh dan ITS mampu bersinergi untuk menangani permasalah bangsa yang ada untuk menjadi solusi yang tepat dan efektif untuk bangsa Indonesia.


The Importance of The Use of “National Radar”

As most people know, currently Indonesian people have mastered the technology of RADAR, mainly on coastal surveillance RADAR and vessels RADAR with Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW) technology. The mastery of technology covers the design, antenna fabrication, electronic devices (transmitter and receiver), signal processing devices,  Plan Position Indicator (PPI) / Operator display and detecting-tracking ability.


Why using our RADAR, not the others?

indera4

Not only on main technology of RADAR, but also the mastery of technology continues to other critical areas such as anti jamming technology with frequency hopping method, specific algorithms implementation to enhance RADAR’s detecting and tracking performance and also the image of low detectable objects like cFar and Doppler FFT, etc. Overlaying technology with electronic maps, sensors such as Automatic Identification System (AIS) , weather data, gyro, compass and others have also been successfully implemented.

Furthermore, with the mastery of overlaying techniques refined by direct programming in the graphic card (previously by conventional programming) with parallel programming and multi threading, RADAR network monitoring (multiple RADARs) in a single map can be successfully carried out without consuming a massive and expensive computing power.

In data communication, the data traffic between the RADAR antenna and remote observation monitor (for instance located in different island) which used to require 10 Megabit/s or higher data bandwidth, it can now be optimized into less than 200 kilobit/s. It means that a RADAR antenna located in a remote area can be optimally monitored in a central monitoring unit using a common communication data channel such as GSM.

Database system is also embedded as a part of the ecosystem so that data recording can be carried out for various data types like structured data, semi structured data or unstructured ones. The recorded data can be used for an analysis, a replay and other possible purposes, in case they are needed. Database system is also used as a vessel supporting data, either for the RADAR unit or for the monitoring unit.

The Systemic Use

Based on the explanation above, such technology has currently been implemented and used by Indonesian navy force specifically in Indonesian warship (KRI) of Sultan Thaha Syaifuddin in which the RADAR has been in service for over a year. One RADAR has also been installed in other Indonesian warship, KRI Oswald Siahaan and still undergoing Harbor Acceptance Test (HAT) and Ship Acceptance Test (SAT), and another RADAR is also soon going to be installed and used in KRI Yos Sudarso in which the unit is still under fabrication process.

kapal

In addition to our RADARs, we also produce ECDIS (Electronic Chart and Display Information System) which has been installed in 3 different Indonesian warships including KRI Dewa Rutji. ECDIS is an electronic navigation device implementing electronic chart S57/S63 complying with International Maritime Organization (IMO) and International Hydrographic Organization (IHO) as well as all integrated sensors like gyro, compass, AIS, GPS, Navtex, Wheatherfax in a single unit of monitoring display.

The latest product we are developing is RADAR surveillance system for vessels traffic and other existing moving objects in waterways or ship harbors. This system is also named as Vessel Traffic Surveillance (VTS) with extended range enabling the received data to be integrated with the some applications in the harbor’s system such as Billing application, Manifest application, etc. Currently, several of our applications are being tested in the Harbor of Tanjung Priok.

ais object jarak jauh

The implementation of RADAR surveillance or VTS in Indonesian waterways and harbors is very poor and this fact makes us believe that the technology we are offering is highly needed by our country. The technology supply developed by its own people gives this country a lot of advantages and some of them are:

  • Our technology independency
  • The development and improvement of the related basic skills
  • More cost-efficient systemic supply
  • Direct operational and after sale supply, etc.

Industry, Educational and Research institutions Partnership

The industry we have been developing in term of RADAR and Radio Frequency (RF) devices as well as the software shall not surely run independently. This industry requires a partnership with several other industries such as:

  • Console industry/metal industry or RADAR’s stator and rotor manufacture
  • Print Circuit Board (PCB) industry
  • Mecatronic industry
  • Electronics industry for modules manufacture like frequency divider, power supply, motor regulator, etc.
  • Computer and the supporting software industry.

The support of research institutions such as Indonesian Science and Research Institution (LIPI) and BPPT as well as educational institutions such as Bandung Institute of Technology (ITB) and University of Indonesia (UI) –which is equipped with its own research and measuring laboratory – has been proven very vital and effective in giving us practical technical advises and also in conducting researches to find solutions to our basic scientific problems. Some algorithms implementations solving the problems of how to eliminate the effects of the interferences were recommended by the intellectuals of those institutions.

monitoringconning

console ecdis 3-4

The Point is to use National Products

The mastery of further technology will give us more advantages. The further technologies are:

  • Pulse Compression RADAR
  • Synthetic Aperture RADAR
  • Over the Horizon RADAR
  • Weather RADAR

By having better software and all integrated systems applied in this technology, there will be more opportunities for our people to be researchers and developers, and it will surely bring more advantages to our country for having independent systems developed by its own people, as all of us have expected.


One-Day Course on Atmospheric Radar

The aim of this one-day intensive course is to give an introductory overview on the fundamentals, theory and practice of present and future atmospheric/weather radar system. In particular, system which were built by the International Research Centre for Telecommunications and Radar (IRCTR) at the Delft University of Technology, The Netherlands, are selected for in-depth discussion during the course. In Indonesia these systems are offered for local development and production based on knowledge transfer via IRCTR- Indonesia (IRCTR-I).

Course Presenter

LEOProf. Leo P. Ligthart Dr. H.C., PH.D., M.Sc., FIEE, FIET.

Leo P. Ligthart was born in Rotterdam, the Netherlands, on September 15, 1946. He received an Engineer’s degree (cum laude) and  a Doctor of Technology degree from Delt University of Technology in 1969 and 1985, respectively. He is Fellow if IET and IEEE, and member of the IEEE AESS Board of Governors 2013-2015. He received Doctorates (honoris causa) at Moscow State Technical University of Civil Aviation in 1999, Tomsk State University of Control Systems and Radioelectronics in 2001 and the Military Technical Academy Bucharest in 2010. He is academician of the Russian Academy of transport.

In 1988 he was appointed as professor on Radar Positioning and Navigation, and since 1992 he has held the chair of Microwave Transmiddion, Radar and Remote sensing in the Departement of Electrical Engineering, Mathematics and Computer Science, Delft University of Technology. In 1994, he founded the International Research Center for Telecommunications and Radar (IRCTR) and became the director of IRCTR. He received several awards from Veder, IET, MIKOM, EuMA and others.

At present he is guest professor at Bandung Institute of Technology and University of Indonesia, scientific councils and consultant for companies. Prof. Ligthart’s principal areas of specialization include antennas and propagation, radar and remote sensing, but he has also been active in satellite, mobile and radio communications. He has published over 600 papers and 2 books.

Program (5 hours).

Theory:

  • Radar Fundamentals
  • Atmospheric Remote Sensing
  • Fundamentals of Atmospheric Radar
  • Fundamentals of Doppler-Polarimetric Radar

Technology:

  • Doppler-Polarimetric Radar (TARA)
  • Drizzle Radar (IDRA)
  • High Resolution Agile Radar ( PARSAX)